Menuju Ngajogjakarta

Perjalanan ini mungkin sudah lama ada di kepalaku. seharusnya sudah lama aku jalani perjalanan ini, tapi nyatanya segala kesempatan itu baru Allah berikan hari ini, di waktu ini, bukan di kesempatan yang kemaren ataupun yang esok. tentu ada makna tersendiri setiap kali Allah meluruskan jalan hambanNYA menuju satu rentang perjalanan tertentu. ya, inilah aku hari ini, sudah siap dengan perjalananku ke Jogja. memang Jogja bukanlah kota yang terlalu jauh dari Bandung sini, hanya berselang sekitar 8 jam perjalanan dengan bis ekonomi. ah, lama perjalanan yang sudah biasa kutempuh ketika dulu kuselusuri Palopo-Makassar di masa-masa aku masih bersama Mama-Papa di Palopo. tapi mungkin ke Jogja di hari yang kami tentukan itu akan sedikit lebih lama, karena kami putuskan untuk menempuh Bandung-Jogja dengan kereta api tarif ekonomi yang mungkin menempuh sekitar 12 jam. aku menyebut kami, merujuk kepada Aku dan Arya, sahabatku. dan ada pula beberapa orang lagi yang mungkin akan bergabung minggu depan, aku belum tahu pasti siapa. yang jelas, inilah perjalanku dan Arya. perjalanan yang seluruhnya merupakan ideku, tapi aku butuh teman untuk menempuh perjalanan ini untuk memberi makna yang lebih dari yang bisa kudapatkan ketika aku hanya pergi sendirian. maka Arya-lah pilihanku. kami sudah sering ke beberapa tempat kegiatan-kegiatan kemahasiswaan di luar kota, tapi belum benar-benar terlalu jauh dari Bandung. kamis siang itu, di sela-sela sebuah seminar bertajuk CEO Lecture, aku spontan mengajak Arya, “Ya, yuk ke Jojga long weekend minggu depan. kan lumayan tuh bisa empat hari.” “boleh juga tuh. ayo ajah. atur-atur lah, pak,” dengan bersemangat Arya menyanggupi menempuh rencana perjalanan ini. “baiklah, ntar kuurus lah semuanya. tapi bantu juga yah,” jawabku balik. “siip,” Arya menyanggupi. maka sejak saat itum Jogja menjadi semakin dekat dalam khayalanku.

tapi kemudian aku berpikir panjang, apakah aku ke Jogja untuk diriku sendiri atau untuk seorang wanita di sana? apakah ini perjalanan wisata atau sebuah cerita cinta yang baru? apakah akan menjadi satu bingkai cerita tentang aku dan teman-temanku dari Bandung sini atau malah ceritaku dan wanita di sana itu saja? hmm… masih harus kupikirkan panjang sekali.

Advertisement